PRODUKSI BIBIT BAWANG MERAH MELALUI SELEKSI KLON BERULANG SEDERHANA DAN PEMANFAATAN KACANG TANAH SEBAGAI REFUGIA HAMA ULAT GRAYAK

I Ketut Ngawit, Hanafi Abdurrachman, Akhmad Zubaidi, Wayan Wangiyana, Nihla Farida

Abstract


Permasalahan budidaya bawang merah saat sekarang adalah, tingginya intensitas serangan hama, infeksi penyakit embun upas dan perubahan iklim terutama curah hujan yang fluktuatif.  Keterbatasan akses akibat pandemi Covid-19, menambah penyebab produktivitas usahatani bawang merah di wilayah sasaran menurun drastis. Karena itu telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan metode tindak partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan secara langsung di lapang. Tujuan yang ingin dicapai adalah, terjadi transfer teknologi tepat guna dalam usaha produksi bawang merah.  Pengetahuan dan keterampilan petani tentang agribisnis dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu meningkat.  Hasil evaluasi aktivitas kegiatan menunjukkan bahwa petani sasaran sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan. Teknologi tepat guna yang diintroduksikan menyebabkan pertumbuhan bawang lebih baik, intensitas serangan hama dan infeksi penyakit menurun, waktu panen normal sehingga memberikan hasil bawang merah dan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan hasil budidaya manual. Keuntungan rata-rata yang diperoleh dalam dua kali musim tanam sebanyak Rp 100.840.000,- ha-1 dengan BC-ratio 2,76-29,0. Sementara pengusahaan secara manual hanya memeberikan keuntungan rata-rata sebanyak Rp 44.110.000,- ha-1 dengan BC-ratio 1,66-1,75. Secara agronomis keuntungan yang diperoleh adalah pemeliharaan tanaman lebih mudah, efisien pengairan, pemupukan dan penggunaan pestisida. Aplikasi pupuk organik secara kontinyu dapat menjaga kesuburan tanah berkelanjutan.



Keywords


Umbi, bawang merah; pelatihan; hama, penyakit tanaman

Full Text:

PDF

References


Aris Budianto, Sudika I wayan, & Ngawit I Ketut. 2008. Perbaikan Sifat-Sifat Unggul Bawang Merah Kultivar Ampenan Melalui Seleksi Klon Berulang Sederhana dan Uji Adaptasi terhadap Kekeringan pada Sistem Pertanian Organik. Laporan Hasil Penelitian Hibah Bersaing. Proyek Multitahun. Dikti, Jakarta.

Dewi Hastuti, Andree Syailendra & Nur Iman Muztahidin. 2016. Patogenesitas Spodoptera Exigua Nucleo Polyhedro Virus Untuk Mengendalikan Hama Ulat Grayak (Spodoptera Exigua Hubn) Di Pertanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum) Secara In Vitro. Jurnal Agroekotek 8 (2) : 154 – 164.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Diperta) Tk. I NTB, 2018. Prospek Pengembangan Padi, Palawija dan Sayur-sayuran dan Buah-buahan di Pulau Lombok. Humas Diperta Tk.I NTB, Mataram.

Han, D.Y., Coplin, D.L., Bauer, W.D. & Hoithink, H.A.J. 2000. A Rapad Bioassay for Screening Rhizosfir Microorganisme for their Ability to Induce Systemic Resistence. Phytopathology Journal 90:327-332

Haryati, Y & Nurawan, A. 2009. Peluang Pengembangan Feromon Seks dalam Pengendalian Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua) pada Bawang Merah. J. Litbang Pertanian 28 (2) : 72-77.

Hoithink, H.A.J., Inbar,Y., & Boehm, M.J. 1999. Status of Compost-amended Potting Mixes Naturally Suppressive to Soilborne Diseases of Floricultural Crpos. Plant Dis. 75: 869-873.

Holbrook, C.C. & Anderson, W.F. 1999. Evaluation of a Core Collection to Identify Resistance to Late Leafspot in Peanut. Crop. Sci. 35 (6): 1700-1703.

Hutwan S., W. A. Sumadja, Hamzah, E. Kartika, Adriani & J.Andayani. 2016. Pengenalan Teknik Usahatani Terpadu di Kawasan Ekonomi Masyarakat Desa Pudak. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.(31) 4 : 1-4.

Kwok, O.C.H., Fahy, P.C., Hoithink, H.A.J., & Kuter, G.A. 1987. Interction Between Bacteria and Trichoderma hamatum in Suppression of Rhizoctonia Damping-off in Bark Compost Media. Phytopathology Journal 77: 1205-1212.

Marwoto & Suharsono. 2008. Strategi dan Komponen Teknologi Pengendalian Ulat Grayak (Spodoptera litura) pada Tanaman Kedelai. Jurnal Litbang Pertanian 27 (4) : 131 – 136.

Moekasan, Basuki R.S. & Prabaningrum, L. 2012. Penerapan Ambang Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Pada Budidaya Bawang Merah dalam Upaya Mengurangi Penggunaan pestisida. J. Hort. 22 (1): 47-56.

Ngawit I Ketut, Nihla Farida, Wayan Wangiyana, Hanafi Abdurrachman & Akhmad Zubaidi. 2019. Pelatihan Penerapan Model Pola Tanam Siklus dan Seri Sayur-sayuran Semusim pada Lahan Sempit di Desa Barejulat Jonggat Lombok Tengah NTB. Makalah Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pameran Produk Unggulan. Mataram, 26 September 2019.

Ngawit I Ketut, Ahmad Zubaidi, Wayan Wangiyana & Ni Wayan Sri Suliartini. 2020. Usaha Produksi Bibit Bawang Merah Melalui Peningkatan Ketahanan Tanaman Dari Serangan Hama Dan Infeksi Penyakit Di Desa Taman Ayu Lombok Barat. Jurnal Siar Ilmuwan Tani 1 (1) : 47-57.

Wayan Wangiyana, I Ketut Ngawit, Akhmad Zubaidi & Nihla Farida. 2019. Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Melalui Seleksi Klon Berulang Sederhana pada Sistem Budidaya Organik di Desa Taman Ayu. Abdi Insani, Jurnal LPPM Universitas Mataram 6 (3): 359-374.

Widodo, HS. 1992. Pola Tanam Ubi jalar dengan Sistem Tumpangsari. Seminar Penerapan Teknologi Produksi dan Pascapanen Ubi Jalar Untuk Mendukung Agroindustri. Balitan Malang. 19 h.

Wijaya, Siti Wahyuni & Dendi. (2014). Pengaruh Beberapa Cara Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Exigua Hubn.) Terhadap Intensitas Serangan dan Pertumbuhan serta Hasil Bawang Merah (Allium Ascalocicum L.) Kultivar Bima.

Jurnal Agroswagati 2 (2) : 224-234.

Zheng, X.L., X.P. Cong., X.P. Wang. & C.L. Lei. 2011. A Review of geographic distribution, overwintering and migration in Spodoptera exigua Hübner. (Lepidoptera: Noctuidae). J. Entomol. Res. Soc. 13 (3) : 39-48




DOI: https://doi.org/10.29303/jurnalpepadu.v2i4.359

Refbacks

  • There are currently no refbacks.