Inovasi Pengolahan Limbah Bunga Kopi Untuk Minuman Teh Sebagai Produk Sampingan Petani Kopi Di Wilayah Hutan Kemasyarakatan Sesaot

Bambang Supeno, Meidiwarman Meidiwarman, Tarmizi Tarmizi, M Taufik Fauzi Fauzi, Hery Haryanto

Abstract


Tanaman kopi merupakan tanaman unggulan daerah NTB kedua setelah Kakao dan menghasilkan banyak limbah dalam proses produksinya. Limbah tanaman kopi terdiri atas daun kopi hasil wiwilan, kulit buah kopi dan bunga kopi. Bunga kopi nampaknya masih belum banyak termanfaatkan, sehingga kegiatan ini dilakukan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan inovasi pengolahan limbah  bunga kopi menjadi minuman teh sebagai produk sampingan petani kopi di kawasan HKM Sesaot. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada pada Bulan April hingga Agustus 2019. Metode yang dilakukan adalah kaji terap pada beberapa kelompok tani kopi di kawasan Hkm Sesaot. Hasil kegiatan ini nampak seperti berikut :  (a) dihasilkan produk olahan limbah bunga kopi yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu teh bunga kopi, (b). Produk samping olahan limbah bunga  kopi secara ekonomis sangat menguntungkan, sehingga secara langsung perlahan dan pasti pendapatan kelompok tani kopi meningkat. (c). Teh bunga kopi telah terkemas dengan berlabel merek dagang sesuai dengan kreasi kelompok masing-masing desa lokasi, layak untuk dijadikan produk unggulan daerah

Keywords


Inovasi, limbah, bunga, kopi, teh

Full Text:

PDF

References


Awan. H., 2017. Laporan Akhir KKN-PPM di Desa Rempek. LPPM Universitas Mataram. 74 p.

Darmawan. A., 2017. Laporan Akhir KKN-PPM di Desa Genggelang. LPPM Universitas Mataram. 84 p.

Direktorat Jenderal Perkebunan, 2015. Statistik Perkebunan Indonesia 2014-2016: KOPI. Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta 97 p.

Ditjenbun (2006). Pedoman pemanfaatan limbah dari pembukaan lahan. Direktorat Jenderal Perkebunan. Departemen Pertanian.

Kabir. Z., 2017. Laporan Akhir KKN-PPM di Desa Sambik Bangkol. LPPM Universitas Mataram. 73 p.

Novita R., Andi Eviza, Sri Kembaryanti Putri, 2015. Proses Pembuatan Minuman Kawa Daun Di Sumatera Barat p 49-52 dalam Proseding seminar Nasional Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan : Peluang dan Tantangan Implementasi teknologi dalam Perspektif Nasional. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat

Prawirodigdo, S.; T. Herawati & B. Utomo 2005. Pemanfaatan kulit kopi sebagai komponen pakan seimbang untuk penggemukan ternak domba. dalam I.W. Mathius; S. Bahri; Tarmudji;L.H. Prasetyo; E. Triwulanningsih; B. Tiesnamurti; I. Sendow & Suhardono (eds.). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. p. 438-444. Puslit-bangnak, Bogor.

Setiawan EA., Dimas Rahadian AM, Siswanti., 2015.Pengaruh Penyangraian Daun Kopi Robusta (Coffea Robusta) Terhadap Karakteristik Kimia Dan Sensory Minuman Penyegar. Jurnal Teknosains Pangan 4(2): 1-9.

Siringoringo FHT., Zulkifli Lubis, Rona J. Nainggolan. 2012. Studi Pembuatan Teh Daun Kopi. Jurnal.Rekayasa Pangan dan Pert., 1(1): 1-5

Supeno B dan Erwan. 2015. Karakteristik Bunga Kopi Dan Lebah Madu Dalam Mendukung Teknik Penerapan Sistem Terintegrasi Beternak Lebah Madu Dan Kopi Menuju Terciptanya 2 In 1 Penghasilan Petani Hkm. Makalah Seminar Insentif Riset SINas, Kementerian Riset danTeknologi“Membangun Sinergi Riset Nasional untuk Kemandirian Teknologi” Bandung 3-4 Desember 2015. 7 p.

Supeno B dan Erwan. 2015a.Teknik Penerapan Sistem Terintegrasi Beternak Lebah Madu Dan Kebun Kopi Dalam Mendukung Terciptanya Two In One (2-In-1) Penghasilan Petani Hkm. Laporan hasil penelitian Insentif Riset Terapan (RT). Lembaga Penelitian Universitas Mataram. 30 p.

Supeno. B., Laksmi E.N.M., dan Erwan, 2017. Teknologi Pemanfaatan Limbah Tanaman Kopi Secara Terintegrasi Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani. Laporan Akhir Hibah-KKN-PPM. Universitas Mataram. 67 p.




DOI: https://doi.org/10.29303/jurnalpepadu.v1i2.89

Refbacks

  • There are currently no refbacks.