PELATIHAN PEMERIKSAAN BUTA WARNA PADA GURU SMA/SMK

Ni Nyoman Geriputri, Marie Yuni Andari, Ika Primayanti, Ario Danianto, M. Rizkinov Jumsa

Abstract


Hampir 80% informasi dari dunia luar diperoleh melalui penglihatan. Adanya gangguan penglihatan dapat memberi pengaruh terhadap kualitas hidup, salah satunya adalah buta warna. Buta warna berdampak pada banyak aspek kehidupan, termasuk pada bidang pembelajaran dan perkembangan awal, pendidikan lanjutan, serta performa pekerjaan. Berdasar hasil skrining pada siswa SMA/SMK di Mataram dan Praya didapatkan prevalensi sebesar 7% dan 2,39% siswa mengalami buta warna, dengan proporsi jenis kelamin terbanyak adalah laki–laki. Informasi dan keterampilan pemeriksaan buta warna yang benar dapat membantu penemuan kasus lebih awal. Deteksi dini memberikan kesempatan untuk menentukan strategi adaptif bagi penderitanya. Kegiatan diawali dengan pretest dan pemberian materi secara daring, diikuti dengan sesi role play secara luring untuk memberi paparan langsung dan meningkatkan pemahaman terhadap teknik pemeriksaan buta warna. Pelatihan diikuti oleh 29 orang guru dari 4 SMK Negeri di Mataram. Meski para peserta sudah pernah terpapar pemeriksaan buta warna sebelumnya, namun sebagian besar belum memiliki pengetahuan teoritis yang cukup mengenai buta warna. Berdasar hasil evaluasi, peserta dapat melakukan pemeriksaan buta warna dengan benar dan melakukan interpretasi hasil dengan baik. Sebagai kesimpulan dari kegiatan ini, pemeriksaan buta warna dapat dilakukan secara mandiri oleh guru sebagai langkah deteksi dini kelainan. Pengetahuan teoritis membantu dalam pemberian konseling mengenai pilihan pendidikan lanjutan dan jenjang karier siswa.

 

Kata kunci : Pelatihan; Guru SMA/SMK; Buta warna


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prosiding PEPADU Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat

(E-ISSN: 2715-5811)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram

Jalan Pendidikan No. 37 Mataram