Pelatihan Bekam Sebagai Pembinaan Keterampilan Bermuatan Sosial, Ekonomi Dan Keagamaan Bagi Pria Usia Produktif

Authors

  • Taufiq Ramdani Program Studi Sosiologi, Universitas Mataram
  • Muhammad Arwan Rosyadi Program Studi Sosiologi, Universitas Mataram
  • Azhari Evendi Program Studi Sosiologi, Universitas Mataram
  • Anisa Puspa Rani Program Studi Sosiologi, Universitas Mataram

Abstract

Berdaya tidaknya individu menghadapi situasi ekonomi yang menghimpitnya sangat dipengaruhi oleh seberapa strategis kempetensi yang dimilikinya, seberapa signifikan kompetensi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat sekitarnya, seberapa murah dan mudah untuk diakses serta dirasakan langsung manfaatnya. Suatu kompetensi yang terkadang bisa jadi merupakan inovasi baru bagi suatu komunitas tertentu maka akan lebih baik bila mengandung sifat keinovasian yang membuatnya mudah terdifusi, seperti azas keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas serta trabilitasnya (Rogers.1995). Di desa Seteluk Tengah terdapat banyak remaja usia produktif yang membutuhkan pemberdayaan, dimana agar pemberdayaan tersebut menarik antusiasme mereka maka bentuk pemberdayaan haruslah prosfek untuk income keluarga, dan agar mudah tersosialisasi dan diterima masyarakat haruslah memilki muatan yang kesesuaian dengan prinsip sosial-keagamaan masayarakat setempat. Bagaimanakah bentuk dan strategi pemberdayaan yang sesuai dengan asumsi tersebut? Maka tujuan kegiatan ini adalah menjawab rumusan masalah tersebut yaitu terselenggaranya pelatihan praktek membekam yang nantinya prosfek bagi income keluarga, serta berkesesuaian dengan nilai sosial-keagamaan masyarakat setempat. Kegiatan pemberdayaan ini menggunakan metode pelatihan yang memadukan teori dan praktek 25% - 75%, melibatkan 30 peserta dan 2 orang pemateri, bertempat di Masjid Desa Seteluk Tengah. Setelah serangkaian kegiatan dilaksanakan diperoleh hasil bahwa mayoritas peserta telah menguasai prosedur pra-bekam, membekam, paca-bekam yang berkesesuaian dengan kaidah dan prosedur keselamatan medis sehingga mereka lebih percaya diri dalam meyakinkan masyarakat tentang keunggulan dibekam. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan mayoritas peserta mengaku telah memiliki kompetensi dan semangat berwirausaha secara mandiri yaitu dengan membuka praktek layanan bekam. Mayoritas peserta yang juga berlatarbelakang aktivis masjid dan telah mengikuti kegiatan pelatihan menyatakan kesiapannya untuk segera menerima layanan bekam

Published

2019-12-27