ANALISIS SIFAT KIMIAWI DAN TINGKAT POLUTAN SALURAN TRANSMISI DI KAWASAN INDUSTRI-KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR

Authors

  • Sri Kurniati Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, Kupang Jl. Adisucipto, Penfui, 0380-881558
  • Sudirman Syam Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, Kupang Jl. Adisucipto, Penfui, 0380-881558
  • Nursalim Nursalim Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, Kupang Jl. Adisucipto, Penfui, 0380-881558

Abstract

Daerah pesisir dan industri merupakan daerah utama perubahan warna pada permukaan produsen isolator. Polutan pada permukaan lapisan isolator biasanya terdiri dari komponen isolatif dan komponen induktif. Apabila terjadi pembasahan isolator, maka arus bocor lapisan pengotor akan mengalir cukup besar. Arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator yang tercemar akan memicu pelepasan sebagian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sifat kimia dan kadar pencemar yang terjadi di wilayah pesisir dan kawasan industri di kota Kupang . Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan menguji sampel polutan dari kawasan industri di Laboratorium Kimia Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana. Berdasarkan hasil pengukuran sifat kimia menunjukkan bahwa konduktivitas larutan sebelum adanya polutan (air dan NH4Cl) memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan konduktivitas setelah tidak ada polutan. Hal ini disebabkan adanya polutan PT. Semen Kupang mengandung bahan kimia yang bukan merupakan penyumbang komponen konduktif dan juga memiliki sifat yang tidak mudah terurai menjadi ion-ion dalam suatu larutan. Selain itu, hasil perhitungan diketahui bahwa kandungan Equivalent Salt Deposit Density (ESDD) isolator meningkat dengan bertambahnya konsentrasi polutan dalam larutan masing – masing pengujian sebesar 40 mg/ml.  Berdasarkan klasifikasi tingkat pencemaran menurut Standar IEC No. 815 1994, dapat dikatakan bahwa tingkat pencemaran pada isolator pasangan luar di Kupang berada pada tingkat yang sangat ringan dengan harga 0 sampai 0,03 mg/cm2.

References

1. Anwar, A. 2019. Pengaruh polutan tak larut terhadap ketahanan isolator. Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering (JJEEE), 1, 22–28.
2. Aprianto, A., & Syakur, A. 2008. Pengaruh Kelembaban dan Suhu Terhadap Karakteristik Arus Bocor pada Isolator Bahan Resin Epoksi dengan Pengisi Bahan Pasir Silika. Skripsi, 1–12.
3. Armansyah. 2021. Analisa Pengaruh Endapan Polutan Garam pada Isolator Terhadap Arus Bocor. Journal of Electrical Technology, 6(2).
4. Faiqoh, E., Nugroho, A., & Syakur, A. 2017. Pembuatan dan Analisis Pengaruh Kondisi Permukaan Terhadap Unjuk Kerja Isolator Polimer Resin Epoksi 20 kV Tipe Sirip Seragam dengan Variasi Tegangan Uji. Transient, 6(3), 388–395.
5. Ferdiansyah, D., Nainggolan, J. M., & Despa, D. 2016. Karakteristik Peluahan Sebagian (Partial Discharge) Pada Isolasi Epoksi Resin (Resin Epoxy) Dengan Metode Emisi Akustik. Jurnal Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, 1, 1–6. http://journal. eng.unila.ac.id/index.php/jitet/article/view/531
6. Jumari, Sinaga, J., & Zega, S. 2020. Studi Pengaruh Kontaminasi Polusi Udara pada Isolator Tegangan Menengah 20 kV pada PT PLN ( Persero ) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan ( UP3 ) Medan. Jurnal Teknologi Energi Uda, 9, 31–43.
7. Santosa, D. H. 2017. Analisa Percepatan Umur Isolator Keramik Pada Saluran Distribusi 20 Kv Di Daerah Pesisir Pantai Akibat Kontaminan Udara. Tugas Akhir. Institut Teknologi Sepuluh November.
8. Suwarno, Darmawan, H. 2001. Studi Bentuk Gelombang Arus Bocor pada Isolator Keramik POS-PIN 20 kV dalam Berbagai Kondisi Lingkungan. Teknik Elektro, 7(1).
9. Syam, S., & Kurniati, S. 2012. Pengaruh Kabut Garam Terhadap Kinerja Isolator 20 kV Berbahan Polimer Resin Epoxy. Jurnal Media Elektro, 1(2).
10. Tobing, O. P. L. 2016. Pengaruh Kelembaban Terhadap Arus Bocor Isolator Piring Jenis Porselen Terpolusi Abu Vulkanik. Singuda ENSIKOM, 14(38), 7–12.
11. Wahrun, & Eri., S. 1999. Studi Pelapisan Isolator Keramik dengan Lapisan Senyawa Silikon untuk Mengatasi Masalah Akibat Kontaminasi. Prosiding Pertemuan Ilmiah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bahan ’99, Serpong, 20-21 Oktoher 1999.

Published

2022-01-31

Issue

Section

Articles